Senin, 30 Juni 2008

Pesta Telah usai


Tim Matador Jawara Euro 2008

Tak terasa hampir 1 bulan berlalu sejak Perhelatan sepakbola terbesar tahun ini dibuka. Sudah satu bulan pula 3 televisi swasta Indonesia menayangkan pertandingan-pertandingan sepakbola tim-tim nasional Eropa yang sangat tangguh. Selam itu pula lagu Like a Superstar oleh Trix and Flix feat Shaggy berdengung di telinga kita setiap harinya.
Euro....
Pertandingan antar negara-negara raksasa Eropa yang sangat tangguh. 16 Tim lolos babak kualifikasi beradu hebat, dan membuat kita semua berdecak kagum. Mulai dari pertandingan pertama group A, antara Timnas Tuan Rumah Swiss dengan Timnas Republik Cheska hingga Grand Final kemarin (30/6).
Kali ini, banyak prediksi yang meleset. Tim-tim juara grup yang ternyata gugur oleh tim-tim yang kurang diunggulkan. Tim Belanda, Portugal, serta Italia gugur oleh lawan yang bisa dibilang jauh berkemampuan dari mereka.
Selain itu, Juara Euro musim lalu, Yunani ternyata malah pulang duluan tanpa gol satupun. Menyedihkan. Entah apa yang terjadi. Timnas Turki dan Rusia yang tidak diunggulkan pun bisa tembus sampai semifinal. Tim asuhan Guus Hiddink bahkan bisa mengalahkan Tim Oranje yang dianggap paling perkasa.
Kalau tim Turki bisa mengalahkan Tim Cheska 3-2. Gol anak-anak Fatih Terim ini dilakukan hanya dalam beberapa menit di akhir pertandingan. Semua ini benar-benar mengejutkan. Tim Portugal yang dianggap sebagai salah satu kandidat juara lengser di semifinal oleh Jerman dengan skor 2-3. Apalagi sebelumnya Timnas Portugal juga bertekuk lutut di hadapan Swiss dengan kemenangan mutlak 2-0.
Kemarin, Grand Final dilaksanakan. Timnas Jerman Melawan Timnas Spanyol. Dan al hasil, Tim Der Panser bertekuk lutut pada Tim Matador dengan gol tunggal dari Fernando Torres. Sementara Tim Spanyol merayakan kemenangannya, Kapten tim Jerman Michael Ballack hanya boleh puas dengan juara duanya serta julukan Mr. Runner up yang ditujukan padanya.
Aku memang sedikit kecewa, saat aku tahu Timnas Prancis tidak bisa sampai Grand Final seperti yang aku curahkan pada posting yang lalu. Tapi aku merasa senang saat melihat Timnas Jerman dikalahkan Spanyol. Karena aku bukan pendukung Jerman. Bukannya aku tak suka, cuma entah kenapa aku menjadi sedikit emosi saat mendengar kata Jerman.
Kemenangan Spanyol menjadikan Iker Casillas menjadi Kiper sekaligus Kapten pertama yang memegang piala Euro baru (karena yang lama disimpan juara Euro musim lalu Yunani). Prediksi para pengamat sepakbola memang sedikit meleset, tapi mereka juga tak memungkiri kalau pemegang Trophy Euro kali ini juga bukan Tim sembarangan. Deretan nama dari Skuad mereka tak bisa diremehkan begitu saja.
Tapi orang yang paling berjasa dibalik kemenangan ini adalah Pelatih Spanyol. Siapa lagi kalau bukan Luis Aragones. Dialah yang mengatur semua strategi tampilan Timnas Spanyol. Tanpa dia mungkin Spanyol gak jadi juara. Yah meski setelah ini ia akan mengakhiri masanya bersama Tim Matador.
Kemenangan ini juga tak hanya diakui oleh fans dan penduduk Spanyol. Media Massa yang ada di Jerman pun memuji dan memberi penghargaan penuh untuk La Furia Roja. Menurut mereka, Tim panser tak pernah kembali menunjukkan permainan maksimal setelah melawan Portugal. Namun Kiper Jens Lehmann agaknya masih memendam rasa kecewa, bukan karena kekalahannya, tapi karena ia menuding wasit Grand Final Euro kemarin, Roberto Rosetti berat sebelah dan arogan. Dia kecewa saat Gelandang Spanyol David Villa tidak diberi Kartu Merah, padahal jelas-jelas menanduk Podolski. Di menit terakhir, wasit Rosetti juga membuat Lehmann frustasi akibat dihentikannya pertandingan karena pelanggaran yang dianggap Lehmann sebenarnya tidak perlu. Padahal menurutnya, saat itu adalah kesempatan bagus bagi Tim Panser.
Sebelumnya sih, aku juga sudah yakin kalau Spanyol bakal menang. Soalnya mereka pakai baju merah. Semua tim berbaju merah biasanya menang saat final di sebuah Musim pertandingan. Sebut saja MU di Final Liga Champions kemarin. Namun entahlah, mungkin itu hanya keberuntungan baju merah.
Tapi akhirnya Spanyol tetap menang. Dan Spanyol-lah tim terkuat musim ini. Euro telah berakhir. Meski Tim Panser kalah, mereka yakin dapat tampil maksimal di Piala Dunia 2010 dan bakal membawa pulang Trophy juara.
Kita tunggu saja aksi mereka. Apakah Spanyol akan menyabet gelar Double-big-Winners. Atau Tim Panser atau bahkan mereka akan kalah oleh tim-tim berjaya Piala Dunia layaknya Brazil dan Argentina. Atauk barangkali mungkin Indonesia yang akan juara Dunia. Kecil sih kemungkinannya. Sangat kecil bahkan. Tapi mungkin saja, dibawah arsitek Bendol, Timnas kita minimal mampu menembus Piala Dunia 2010.
Amiiiiiiiiiin.........
/* Semoga terkabul */

2 komentar:
Write komentar



Tentang Penulis

.:: Just Be My Self ::.




Your Ad Here