Rabu, 02 Juli 2008

Si Unik Semangka Kotak

Habis Euro trus Software sekarang ke Flora. Sebenarnya ni sudah sekita 7 kalau gak 8 tahun lalu. Waduh out-date banget. Tapi jujur aja aku baru tahu berita ini minggu lalu. Bagi yang udah tahu ya maaf, tapi bagi yang belum tahu, pasti ada rasa ingin tahu mendengar judul di atas.
Pertamanya aku gak percaya. Aku baca pertama kali di sebuah media cetak edisi minggu lalu. Lalu aku coba cari di Inet, eh ternyata nemu yang namanya Semangka Kotak. Diciptakan pertama kali oleh seorang petani sayur dari Kota Zentsuji, Jepang. Aku tak tahu namanya. Bahkan di CNN.com pun hanya disebutkan seperti itu.

Awalnya dia melihat orang-orang yang sibuk sedang menata buah bundar tersebut. Lalu dia berpikir dan berkata dalam hati. Betapa susahnya menata Melon dan Semangka itu. Andai Semangka tidak berbentuk bundar melainkan kotak. Pasti mudah ditata dan tidak merepotkan, selain itu juga tak akan menghabiskan tempat karena bentuknya kotak. Lalu muncul sebuah ide gila dari otaknya. Bagaimana kalau ia mencoba membuat semangka kotak. Sebuah ide yang sebelumnya tak pernah dipikirkan orang.
Lama ia berusaha, dan akhirnya usaha itupun berhasil. Ia mencoba menanam benih buah semangka. Setelah muncul kuncup-kuncup bakal buah semangka, ia lalu memasukkannya ke dalam kotak kaca dengan lubang diatasnya. Kotak yang terbuat dari kaca ini tidak hanya dihubungkan oleh lem seperti pada Aquarium. Tapi dihubungkan oleh besi seperti pada sendi engsel pintu.
Mungkin dibuat begini agar tidak pecah atu lepas saat Semangka melebihi volume kotak. Karena kalau hanya lem, pasti akan mudah lepas atau pecah. Karena bentuknya yang langka, semangka ini diistimewakan. Tak hanya kotak, beberapa petani juga mencoba membuat bentuk lain. Seperti prisma, piramida, bahkan ada yang membuat bentuk wajah manusia lengkap dengan indera bagian atas. Dan juga tak hanya semangka. Melonpun ikut jadi sasaran petani, dan sekarang mereka sedang mencobanya pada buah lain.
Tak hanya karena bentuknya yang unik, layaknya barang langka, semangka ini juga tak dijual dengan harga murah. Pembeli harus merogoh gocek mereka sekitar 10.000 yen Jepang. Atau sekitar 800.000-an. Bahkan ada yang sampai berjuta-juta rupiah. Semakin unik bentuknya, maka semakin mahal harganya. Padahal semangka biasa mungkin cuma sekitar 10.000-15.000 rupiah. Aku tak bisa bayangkan, makan buah semangka dengan harga segitu. Pasti orang yang mau makan buah itu, kebayang-bayang duitnya. Bisa-bisa gak dimakan, tapi diawetin buat pajangan.
Ah kalau aku sih mending pilih yang bunder. Sama enaknya, sama bijinya, sama kulitnya, cuma beda bentuk. Apalah arti bentuk. Emang sih lebih enak ditata, tapi kalau harganya segitu. Wah boro-boro mo beli semangka segitu. Buat makan aja susah.
Iya gak rakyat Indonesia?

22 komentar:
Write komentar



Tentang Penulis

.:: Just Be My Self ::.




Your Ad Here