Selasa, 05 Februari 2008

Sahabat.....

Apakah itu sahabat?

Mungkin belum semua orang mengenal sahabat mereka masing-masing. Kalimat ini mulai aku mengerti saat aku benar-benar kehilangan sahabatku secara nyata dan untuk selamanya. Awalnya aku sebenarnya gak beniat menjadikan dia sahabat, yah bisa dibilang cuma aku manfaatin. Dia anak orang kaya, yah sangat kaya bahkan untuk seorang anak Indonesia. Aku gak pernah berharap dia jadi sahabtku. Semua yang aku lakukan demi dia hanya untuk
"UANG". Maklum dulu aku memang matre. Eh, iya cerita ini aku mulai saat aku kelas 2 SMP. Setiap hari aku bahagia banget karena, yah dia yang nge-Bos-in semuanya. Lama aku terpukau dengan keenakan ini. Hingga akhirnya akhir Januari kemarin. Memang benar apa kata orang. Penyesalan selalu datang di akhir. Akhir Januari kemarin aku mulai sadar, bahwa harta bukan segalanya. Yah, memang sebenarnya aku sudah mulai agak sadar sejak aku masuk ke SMK sekarang ini. Tapi mungkin hanya sekitar 45%. Tapi kali ini aku sadar sepenuhnya bahwa anggapanku tentang "UANG ADALAH SEGALANYA ITU SALAH". Tapi tidak kupungkiri juga bahwa uang itu memang penting.

Sahabat tersebut telah sangat percaya pada ibuku. Tapi aku mengecewakannya. Setiap kali aku butuh dia, dia selalu ada. Tapi saat dia butuh aku jarang ada. Sekarang dia telah pergi. Aku mendengar kabarnya dari temanku yang juga sahabat dia. Sahabatku tinggal di Malang, tapi setelah lulus SMP dia pindah ke Jakarta mengikuti ayahnya. Awalnya memang aku tidak merasa kehilangan tapi lama-lama aku juga pusing tanpa dia. Tapi keadaan ini segera pulih seperti semula. Toh, nanti suatu saat aku juga ketemu ma dia.


Tapi sekarang aku benar-benar kehilangan dia untuk selamanya. Minggu kemarin, dia ditemukan dah gak bernyawa di kamarnya oleh pembantunya dengan sayatan di tangan dan leher. Kudengar cerita ini dari sahabatnya disana. Entah kenapa dia melakukan semua ini. Memang dia sering SMS aku. Tapi gak tak balas, karena kupikir gak penting. Soalnya SMS-nya tuh isinya Lelucon melulu. Sampai gokil abis. Jadinya gak tak balas, kan juga hemat pulsa. Apalagi dia beda Operator ma aku. Hingga akhirnya, kalo gak salah dua minggu kemarin, Pas hari Sabtu malam, dia SMS aku tuh kayaknya serius banget. Dia cerita soal keluarganya yang makin hancur lebur karena perselingkuhan kedua orang tuanya. Trus juga karena perebutan harta warisan. Tapi kupikir dia gak serius soal itu semua. Jadi gak tak balas. Abis biasanya dia Iseng melulu.

Sampai berita itu kudengar aku tetap tak percaya kalau dia sudah gak ada. Sekarang aku baru nyadar dan merasa kehilangan. Tapi apalah dayaku. Aku hanya bisa menyesalinya, tanpa bisa memperbaikinya. Aku buhan Tuhan yang bisa membalik waktu untuk mengembalikan semuanya ke keadaan semula. Aku juga bukan Malaikat yang bisa mengembalikan Ruh-nya dan meminta maaf padanya. I'm just a man who have a lot of weakness. Aku hanya bisa pasrah dan berharap semua kesalahanku dimaafkan oleh dia dan Tuhan.

Selamat Tinggal Sahabat.....

Aku sangat kehilangan dirimu......

(T_T)

4 komentar:
Write komentar



Tentang Penulis

.:: Just Be My Self ::.




Your Ad Here