Jumat, 18 April 2008

IND sebagai pedownload 'FITNA' terbesar kedua

'Fitna', mungkin sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat dunia, khususnya kaum muslim yang memang merasa agak tersinggung dengan hadirnya film ini. Bahkan beberapa pemerintahan negara Islam dunia seperti Daerah negara-negara Timur Tengah dan juga Indonesia secara resmi telah menyatakan menentang Film durasi sekitar 17 menit buatan seorang anggota Parlemen Belanda Geert Wilders itu. Bahkan mantan PM Malaysia Mahatir Mohammad (maaf jika ada penulisan nama yang salah) menyerukan agar sekitar 1,5 milyar muslimin Dunia memboikot produk Belanda secara bersama-sama. Yang menjadikan saya agak heran, mengapa seorang Geert Wilders berani menentang banyak pemerintahan negara-negara Islam khususnya dan seluruh dunia pada umumnya. Termasuk juga pemerintahan negara Belanda yang juga tidak setuju dengan penerbitan Film ini. Tapi yang akan lebih mengherankan lagi jika anda membaca artikel yang sebenarnya sumbernya berasal dari detik.com, tapi saya menyadurnya dari blog lp3i makasar.
(http://lp3imakassar.blogspot.com/2008/04/orang-indonesia-getol-cari-film-fitna.html)
Artikel asli :
Film kontroversial ‘Fitna’, yang beredar di internet, ternyata laku di Indonesia. Setelah Belanda, pencari terbanyak ‘Fitna’ adalah dari Indonesia. Film besutan anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, memancing reaksi dari berbagai kalangan. Data dari Google Trends menunjukkan pencarian terbanyak film itu adalah dari negeri asalnya, Belanda. Nah, seperti dikutip detikINET dari data Google Trends, Selasa (1/4/2008), Indonesia ternyata menempati urutan kedua pencarian tersebut.
Hal ini tak lepas dari maraknya pemberitaan mengenai Fitna di media massa. Jika diperhatikan, secara global, lonjakan tertinggi tercapai pada 28 Maret 2008. Pada tanggal tersebut Google mencatatkan adanya siaran online (podcast) dari situs media NRC Handelsblad. Sedangkan untuk wilayah Indonesia, lonjakan tertinggi terjadi di 29 Maret 2008.
Jika dibandingkan berdasarkan wilayah spesifik, Jakarta berada di posisi ke-8 setelah wilayah-wilayah di Belanda. Di urutan atas adalah wilayah Helmond, Utrecht dan The Hague.

Dari sisi bahasa pencarian, Bahasa Indonesia menempati urutan kedua setelah Belanda. Berikutnya ada Bahasa Denmark (Danish), Jerman, Perancis dan kemudian Inggris di posisi buncit.
Sepuluh wilayah pencari film ‘Fitna’ terbanyak adalah:
1. Belanda
2. Indonesia
3. Denmark
4. Belgia
5. Jerman
6. Swedia
7. Perancis
8. Kanada
9. Amerika Serikat
10. Inggris Raya
Sumber: detik.com
--End--
Ini sedikit mengejutkan memang, tapi inilah nyatanya. Mungkin ini dikarenakan masyarakat Indonesia yang memang serba ingin-tahu terhadap berita terbaru. Wah dapat diartikan dari segi positifnya dan dari sudut pandang lain bahwa kalau banyak yang download, berarti orang Indonesia banyak yang bisa Internet donk. Jadi gak gaptek lagi. Yah semoga.....

3 komentar:
Write komentar



Tentang Penulis

.:: Just Be My Self ::.




Your Ad Here