Saturday, July 12, 2008

Asal Muasal Lorem Ipsum dan kawan-kawan

Download banner disiniLorem ipsum dolor sit amet

Pagi-pagi makan dawet

consectetur adipisicing elit

Siangnya perut jadi sembelit

sed do eiusmod tempor incididunt

Sorenya eh, dicocol ma ayam kalkun


ut labore et dolore magna aliqua

Huh dasar sial hidup gua


Penggalan kisah pengarang Lorem Ipsum diatas memang aneh. Tapi itu hanya sekilas, arti sebenarnya bukan itu kok. Aku baru tahu kalau Lorem Ipsum dan kawan-kawan adalah kata-kata yang emang ada sejak kira-kira 2000 tahun yang lalu. Padahal aku kira, Lorem dan kawan-kawan emang diciptain buat para Designer khususnya web biar gak terlalu sulit nyari kata-kata buat sample, trus biar pembaca gak terfokus sama kata-katanya. Eh ternyata salah. Fungsinya sih sama kayak perkiraanku, tapi Lorem Ipsum dkk ternyata bukan hanya sekedar kata-kata yang disusun begitu aja. Tapi kata-kata itu ada pada sebuah naskah karya "Cicero" dengan judul "de Finibus Bonorum et Malorum" (Sisi Ekstrim dari Kebaikan dan Kejahatan).
Waduh...Waduh... sampe ribet nyebutinnya....
Biasalah tiyang Jawi leres...
Dulu waktu aku pertama kali tahu fungsi Teks ini, guruku pernah bilang kalau Lorem Ipsum dkk adalah salah satu mantra Harry Potter yang dibuat oleh J.K.R yang digunakan buat minterin siswa akademi. Wah aku sih sedikit percaya, sedikit enggak. Namanya juga masih pemula. Tapi akhirnya aku tahu darimana asalnya. Dan bukan dari HP. Tapi dari dua bagian naskah diatas. Meskipun keliatannya gak penting, tapi kayaknya lucu aja gitu, kalau beberapa web designer memakai kata-kata itu, tapi gak tahu asal-muasalnya. Yah meskipun gak tahu artinya, tapi minimal tahu asalnya. Daripada gak tahu sama sekali. Soalnya orang awam yang gak tahu apa-apa tentang web design, nyangkanya Lorem Ipsum dkk itu bahasa aneh yang artinya ada hubungannya sama Web. Padahal sama sekali enggak.
Nah tujuanku ku posting Lorem Ipsum dkk ini adalah buat para pemula Web (termasuk saya) ngerti kalau itu gak ada hubungannya sama sekali. Tapi itu juga bukan kata-kata ngawur seenaknya aja, tapi ada asalnya. Trus yang kedua biar kalau ditanya orang gak malu-maluin.
Masa ada orang tanya :
"Eh mas, mbak yang pinter Web.... Apa sih Lorem Ipsum itu?"
Trus dijawabnya :
"Oh itu cuma ngawur-ngawuran aja kok."
Yang lebih parah kalau dijawab :
"Oh itu penjelasan singkat web, cuma pake bahasa asing. Soalnya web-kan dari negara asing"

Wahahahahahaha......... Kan lucu banget.
Udah begonya keterlaluan, malu-maluin, sok tahu lagi. Bisa-bisa semua nama Web Designer ancur gara-gara itu.

Kalau masih kurang lengkap baca artikelnya disini

Kalau udah baca posting ini, wajib dan harus alias fardhu 'ain ngisi comment atau ngisi shoutbox. Trus buat yang mau tuker link, juga boleh. Biar bisa punya banyak temen.
Okay......

Friday, July 4, 2008

Tata Surya ternyata kayak telur

Sejak di sekolah dasar dulu, kita sering diceritakan tentang mahadahsyatnya dunia tata surya kita. Semua referensi tentang astronomi menggambarkan bahwa bentuk daerah pengaruh matahari atau yang biasa disebut heliosfir berbentuk bulat. Ternyata itu salah besar. Menurut para ilmuwan yang dilaporkan AFP dan Reuters, menyebutkan bahwa bentuknya asimetris. Heliosfir tidak bulat sama sekali. melainkan menyerupai bulat telur.

Download Video Disini (Format File .mov)

Ini diketahui dari hasil pencapaian perjalanan sejarah pesawat penyelidik kembar yakni Voyager 1 dan 2 yang telah mencapai tapal batas yang bergolak, yang dikenal sebagai "termination shock", adalah tempat kecepatan angin surya yang semula jutaan mil per jam menurun sampai 250.000 mil per jam karena terdesak dari luar pengaruh angin antar bintang.

Artikel asli :

Tata Surya Berbentuk Seperti Telur, Bukan Bundar


Paris (ANTARA News) - Jutaan buku teks yang menggambarkan Tata Surya kita seperti bola ternyata salah besar, demikian menurut pengkajian atas data yang dikirimkan dari antariksa oleh pesawat penyelidik Voyager 2 milik NASA.

Daerah pengaruh Matahari, yang disebut heliosfir, ternyata sangat tidak simetris, tidak bulat, kata para ilmuwan, seperti dilaporkan AFP dan Reuters.

Heliosfir terdiri atas antariksa yang didominasi angin surya atau partikel yang disemburkan oleh Matahari. Heliosfir merentang hingga di luar orbit Pluto, yang mengedari Matahari dengan jarak hampir enam miliar kilometer.

Diluncurkan pada 1977 bagi perjalanan bersejarah ke berbagai planet bagian luar Tata Surya, Voyager 2 kini telah melintasi tapal batas yang bergolak, yang dikenal sebagai "termination shock", yakni tempat kecepatan angin surya yang semula mencapai jutaan mil per jam menurun sampai hanya 250.000 mil per jam karena terdesak dari luar oleh pengaruh angin antar bintang.

Pesawat penyelidik kembarannya, Voyager 1, melintas tapal batas yang sama empat tahun lebih awal di tempat berbeda sekitar 1,5 miliar kilometer jauhnya dari Matahari.

Perbedaan ini membuktikan heliosfir tidak bulat sama sekali, melainkan seperti sebutir telur, demikian menurut pengkajian yang dirilis jurnal Inggris, Nature, Rabu.

Read more this artikel.....


Postingan ini selain untuk informasi bagi para USer Inet Indonesia, juga saya tujukan bagi semua pembuat buku atau pembuat alat peraga pendidikan khususnya bidang astronomi supaya tidak ada kesalahan penyampaian informasi.

Semoga bermanfaat.

Buat Penggemar HU Kompas



Nih ada berita dari dunia pers digital. Kompas meluncurkan Berita Digital versi terbarunya. Tadi pagi aku baca, eh ternyata sudah diluncurkan Kompas edisi cetak yang Digital. Nah loh, gimana tuh, cetak tapi digital. Bagi yang bingung, saya sendiri juga bingung. hohoho....
Maksudnya Majalah Kompas yang telah tercetak dijadikan Digital baik mulai dari Layout-nya, tulisannya, beritanya, ampe iklannya ditulis lengkap deh tak terkecuali. Cuma kok aku agak gak srek sama transisi waktu ngebolak-balik halaman. Kayak kaku gitu.
Tapi gpp lah. Sebuah kemajuan kan gak harus langsung besar, tapi sedikit demi sedikit. Semoga aja kinerjanya terus ditingkatkan.
Buat Kompas, tak tunggu Berita lainnya.

Baca Kompas Cetak Digital disini

Wednesday, July 2, 2008

Si Unik Semangka Kotak

Habis Euro trus Software sekarang ke Flora. Sebenarnya ni sudah sekita 7 kalau gak 8 tahun lalu. Waduh out-date banget. Tapi jujur aja aku baru tahu berita ini minggu lalu. Bagi yang udah tahu ya maaf, tapi bagi yang belum tahu, pasti ada rasa ingin tahu mendengar judul di atas.
Pertamanya aku gak percaya. Aku baca pertama kali di sebuah media cetak edisi minggu lalu. Lalu aku coba cari di Inet, eh ternyata nemu yang namanya Semangka Kotak. Diciptakan pertama kali oleh seorang petani sayur dari Kota Zentsuji, Jepang. Aku tak tahu namanya. Bahkan di CNN.com pun hanya disebutkan seperti itu.

Awalnya dia melihat orang-orang yang sibuk sedang menata buah bundar tersebut. Lalu dia berpikir dan berkata dalam hati. Betapa susahnya menata Melon dan Semangka itu. Andai Semangka tidak berbentuk bundar melainkan kotak. Pasti mudah ditata dan tidak merepotkan, selain itu juga tak akan menghabiskan tempat karena bentuknya kotak. Lalu muncul sebuah ide gila dari otaknya. Bagaimana kalau ia mencoba membuat semangka kotak. Sebuah ide yang sebelumnya tak pernah dipikirkan orang.
Lama ia berusaha, dan akhirnya usaha itupun berhasil. Ia mencoba menanam benih buah semangka. Setelah muncul kuncup-kuncup bakal buah semangka, ia lalu memasukkannya ke dalam kotak kaca dengan lubang diatasnya. Kotak yang terbuat dari kaca ini tidak hanya dihubungkan oleh lem seperti pada Aquarium. Tapi dihubungkan oleh besi seperti pada sendi engsel pintu.
Mungkin dibuat begini agar tidak pecah atu lepas saat Semangka melebihi volume kotak. Karena kalau hanya lem, pasti akan mudah lepas atau pecah. Karena bentuknya yang langka, semangka ini diistimewakan. Tak hanya kotak, beberapa petani juga mencoba membuat bentuk lain. Seperti prisma, piramida, bahkan ada yang membuat bentuk wajah manusia lengkap dengan indera bagian atas. Dan juga tak hanya semangka. Melonpun ikut jadi sasaran petani, dan sekarang mereka sedang mencobanya pada buah lain.
Tak hanya karena bentuknya yang unik, layaknya barang langka, semangka ini juga tak dijual dengan harga murah. Pembeli harus merogoh gocek mereka sekitar 10.000 yen Jepang. Atau sekitar 800.000-an. Bahkan ada yang sampai berjuta-juta rupiah. Semakin unik bentuknya, maka semakin mahal harganya. Padahal semangka biasa mungkin cuma sekitar 10.000-15.000 rupiah. Aku tak bisa bayangkan, makan buah semangka dengan harga segitu. Pasti orang yang mau makan buah itu, kebayang-bayang duitnya. Bisa-bisa gak dimakan, tapi diawetin buat pajangan.
Ah kalau aku sih mending pilih yang bunder. Sama enaknya, sama bijinya, sama kulitnya, cuma beda bentuk. Apalah arti bentuk. Emang sih lebih enak ditata, tapi kalau harganya segitu. Wah boro-boro mo beli semangka segitu. Buat makan aja susah.
Iya gak rakyat Indonesia?



Tentang Penulis

.:: Just Be My Self ::.




Your Ad Here