Remaja dalam Kemerdekaan
Kata pertama adalah REMAJA. Apa sih remaja itu? Menurut WIKIPEDIA.COM Remaja adalah peralihan manusia dari anak - anak menuju dewasa. Tapi itu secara harfiah atau leksikal atau mendasarnya. Padahal sebenarnya arti kata Remaja memiliki banyak makna tergantung dari mana sudut pandang orang yang mengartikannya. Misalnya dari diri saya sendiri, saya mengartikan Remaja adalah suatu waktu bergairah, kalau orang Jawa bilang SEMEGHA. (Dibaca 'semego'). Remaja adalah saat dimana semua orang bisa mengekpresikan kekhayalan mimpi mereka dalam sebuah apresiasi ciptaan mereka sendiri. Entah itu berbentuk konkrit atau abstrak. Emang sih kadang cara peng-apresiasiannya sedikit melenceng. Tapi itu akan menjadi lebih menarik bila digabungkan dengan beberapa pikiran positif mereka yang sudah dibangun oleh orang tua sejak k
Jadi kalau sekarang kita gabungkan kata REMAJA dengan KEMERDEKAAN yang diberi kata penghubung 'DALAM', yang akan menjadi REMAJA DALAM KEMERDEKAAN, menurutku setidaknya akan memiliki arti seperti ini. Kemerdekaan bagi Remaja sebenarnya sangat mendukung sifat remaja yang senang berapresiasi. Mulai dari ilmu pengetahuan, hingga seni. Gak ada kata katrok untuk berapresiasi secara positif. Sekarang kita para remaja tinggal mikir. Daripada uang dibuat untuk beli alkohol, mending buat beli gitar, keyboard, atau buku pengetahuan. Yah minimal Koran, atau majalah umum. Karena dengan begitu pikiran kita akan menjadi lebih kreatif. Tanpa mengandalkan ajaran para Atasan kita tadi, maka kita sudah bisa mem-positif-kan pikiran kita secara alami. Tanpa perlu mencari lingkungan, kita sudah bisa membuat lingkungan sendiri. jika ini bisa dimulai sekarang, entah kapan tapi aku yakin Lingkungan ini akan semakin maju, dan sebagai akibatnya motor penggerak Indonesia yang tidak lain adalah para remaja akan lebih memajukan bangsanya meski tidak harus menjadi pemerintahan. Karena sekarang di mata publik pemerintahan telah tercoreng dengan huruf X merah besar. Kita berdoa semoga dengan berubahnya para remaja, maka para penghuni kursi empuk diatas sana bisa berguru pada kita. Tapi sebelum itu, kita juga berdoa semoga pemimpin kita tidak sombong-sombong dan mau melihat kebawah. Wis pokoknya para Remaja harus berperan aktif dalam kegiatan mengisi Kemerdekaan. Kalau ada yang tidak mau ikut, diajak bareng-bareng untuk kumpul. Kalau ada yang mencela, kita tunjukkan kalau kegiatan ini bukanlah hal yang jelek. Kalau ada yang merusak acara, kita "BUNUH BERSAMA-SAMA...". Ho..ho..ho.. salah, maksudnya diomongin aja "Kalau gak mau ngikut gak usah iri donk. Kalau iri ikut aja gak papa kok." Kalau masih merusak saja, lebih baik kita kerahkan seluruh masyarakat, lalu suruh berjaga deh di acara itu. Kan si Perusak gak bakalan lagi berani merusak.
Intinya Perjuangan para pejuang Kemerdekaan hanya bisa diteruskan para Remaja penerus bangsa. Dan gak akan bisa diterusin siapapun lagi. Gila apa, masa yang nerusin orang tua, waduh sadar donk, pasti jadul amat, kalau yang nerusin adek bayi emang bisa apa?

