Showing posts with label manusia. Show all posts
Showing posts with label manusia. Show all posts

Friday, July 18, 2008

Pesta Blogger 2008

Ajang berkumpulnya para Blogger Indonesia ini untuk tahun ini akan diadakan lagi InsyaALLAH beberapa pekan setelah Hari Raya Idul Fitri pada bulan Oktober. Menurut Sang Manusia Kursi yang saya kutip dari situs pesta blogger, mengatakan bahwa dia sangat berharap partisipasi para Blogger Daerah supaya ikut membantu pelaksanaan PB 2008.
Tema kali ini yang diangkat menurutnya adalah Blogging for Society. Ini merupakan usulan dari beberapa Blogger yang telah melakukan diskusi bersama Sang Manusia Kursi. Tema ini diambil karena kebanyakan orang menganggap Blogger adalah kaum elitis (terpandang) dalam suatu kumpulan. Blogger tak pernah memperdulikan masyarakat sosial. Padahal kalau dilihat-lihat banyak juga para Blogger Indonesia yang ikut menjadi sukarelawan membantu masyarakat umum.
Argumentasi ini memang sedikit menyakitkan para Blogger. Apalagi salah seorang teman saya dulu pernah berkata,
"Ah, ngapain ikut nge-Blog. Cuma kerjaan orang Narsis yang gak sosialis."
Jawaban ini saya terima saat saya mengajak teman saya ke Warnet dengan tujuan Nge-Blogging. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka sampai berkata seperti itu. Bagi saya Blogging adalah pekerjaan multifungsi yang belum tentu semua orang bisa melakukannya. Atau jangan-jangan orang2 seperti diatas malu karena tak bisa Nge-Blog, jadi takut dikatain Gaptek, mending pura-pura gak suka.
Kembali ke judul, selain tema, disini juga ada beberapa informasi menarik tentang PB 2008 untuk para designer khususnya logo. Karena panitia PB mencari para Blogger Indonesia untuk membantu mendesign logo dan button PB 2008. Oleh karena itu, kalau ada yang minat silakan ikut mendesign. Lumayanlah buat pengalaman. Kali-kali aja ada yang ngelirik designnya, trus ada yang mau nyeponsorin. Oleh karena itu, sukseskan "PB 2008 Blogging for Society", tempat berkumpulnya para blogger Indonesia.

Saturday, May 24, 2008

Manusia itu penuh kemunafikan

Tidak begitu jelas bagiku mengapa aku menulis posting ini. Pokoknya tiba-tiba saja perasaanku mengatakan aku harus menulis posting ini. Tentang kemunafikan. Aku sendiri merasa kalau munafik itu sangat memuakkan. Tapi di sisi lain aku juga gak bisa mungkiri kalau di dalam sisi diriku yang lain terdapat kemunafikan yang entah besar atau kecil. Aku sendiri tak tahu?????
Saat kusadari kemunafikan itu merenggut segala perilaku dan pikiranku, disaat itulah aku mulai sadar kalau aku salah. Tapi semua terlambat. Seseorang telah pergi dariku gara2 kemunafikanku. Apa yang aku pikirkan hingga aku lupa terhadapnya. Sekarang aku menyesal.
Sekarang aku sedang mencoba membuat sebuah perbaikan dalam diriku. Meski aku tidak bisa membunuh kemunafikan ini, tapi akan selalu kuusahakan agar semuanya berjalan tanpa kehadiran dia. Aku tak ingin kehilangan lagi.
Untuk mengurangi rasa sedihku, aku memberanikan diri untuk bercerita kepada salah satu teman dekatku. Dia memberiku semangat yang jujur saja membuat aku sedikit lega. Dia bilang kalo dia sendiri juga pernah berbuat hampir sama. Yah gak beda jauhlah. Yang penting intinya sama.
Dari sini aku berkesimpulan kalo emang semua manusia sebenarnya memiliki sebuah kemunafikan yang gak akan bisa dibunuh begitu saja. Bahkan oleh orang terkuat sekalipun. Tapi yang bisa kulakukan saat ini, aku hanya bisa menyegel kuat dan menyembunyikannya dalam dunia luar. Kesimpulanku ini bertambah kuat, karena 2 hari yang lalu aku membaca buku yang sama sekali sebenarnya aku gak suka. Judulnya kalo gak salah, The Samurai Leader. Karangan Bill Diffenderffer, yang sudah diterjemahkan ke Bhs. Indonesia.

Disitu kubaca ada sebuah kisah kecil dari abad tujuh belas yang menceritakan seorang dari China yang sangat suka sekali dengan yang namanya naga. Yah hewan yang memang sudah jadi legenda ini, sangat membuatnya kagum.
Bahkan pakaian dan perabotannyapun didesain sesuai dengan motif atau bentuk dan gambar naga. Rasa kecintaannya ini membuat dewa naga memberikan perhatiannya. Hingga suatu hari, sang dewa naga muncul di hadapannya
Diceritakan kemudian ternyata pria tersebut lalu mati ketakutan. Dari sini tiba2 aku sedikit merasa kalau memang manusia itu munafik.
Tapi ya sudahlah, bagi yang membaca posting ini, kalo suatu hari kalian pernah merasa mengeluarkan munafik kalian. Gak usah takut, sedih, atau tenggelam dalam kemunafikan itu sendiri. Tapi bangkitlah dari semua itu dengan cara memperbaiki kemunafikan masa lalu demi masa depan.

Okay.....



Tentang Penulis

.:: Just Be My Self ::.




Your Ad Here