Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Saturday, July 19, 2008

Buku Sekolah Elektronik Depdiknas ( BSE ) bagian II

Di posting sebelumnya mengenai BSE, kendala memang sudah sedikit teratasi. Lalu, bagaimana dengan segelintir siswa tak beruntung yang jangankan untuk ke warnet, buat sekolah saja susahnya minta ampun. Kalau untuk urusan ini, ada beberapa tips dan trik belajar dengan BSE ini.

1. Pertama Kalau boleh, copy file BSE milik teman anda, atau guru atau siapapun pokoknya yang penting dapet BSE secara gratis dan gak perlu pake koneksi internet atau transport.
2. Kedua, kalau memungkinkan pinjam kompi teman atau tetangga atau saudara, terus install software pembaca file PDF (biasanya sih Adobe Acrobat Reader). Lalu buka dan baca file BSE yang telah dicopy tadi.
3. Kalau kedua tips diatas gak berhasil, bisa dicoba yang satu ini. Kemungkinannya 99,99% berhasil. Temui teman atau sahabatmu yang punya file BSE dan juga punya komputer di rumahnya. Lalu katakan :
"Eh, boleh gak aku meng-copy file BSE kamu sekalian baca di rumahmu."
Nah dengan cara ini InsyaALLAH sahabatmu akan berlapang dada menerimamu.
4. Kalau masih tidak berhasil, lakukanlah langkah berikut.
- Pertama, pergi ke kamar mandi, lalu ambil air wudlu.
- Kedua, ganti baju dengan baju suci dan menutup aurat masing-masing.
- Ketiga, Masuk Musholla, Langgar, atau Masjid terdekat.
- Keempat, sholat shunnah wudlu 2 rakaat.
- Kelima, berdoalah menggunakan bhs. Indonesia seperti ini :
"Ya ALLAH Yang Maha Agung, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang, dan Yang menguasai segalanya. Ijinkanlah aku membaca file BSE."
Maka niscaya atas ijin ALLAH doamu akan terkabul dengan syarat kau bersabar untuk menunggunya. Karena sesungguhnya ALLAH Maha Besar dan ALLAH menyukai orang yang sabar.


Unduh Filenya BSE | Download Filenya BSE

Buku Sekolah Elektronik Depdiknas ( BSE ) bagian I

Kecanggihan Tekhnologi Informatika atau yang biasa kita kenal sebagai ilmu TI memudahkan beberapa pekerjaan yang sebenarnya sukar dikerjakan. Selain itu seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern dan maju, kemajuan bidang TI ini mendukung semua bidang.
Semisal saja ada orang yang gak tahu sedikitpun TI, pasti orang disekitarnya berkata :

"Ih.... Gaptek." atau "Huh dasar kampungan." dll.

Dukungan TI ini salah satunyadapat dilihat pada bidang pendidikan. Berkat kemajuan dan kecanggihan TI, pendidikan Indonesia menjadi semakin mudah dimengerti. Informasi tentang segala hal bidang pendidikan Indonesia dapat segera disampaikan ke seluruh pelosok Indonesia hanya dengan posisi duduk di kursi dan jari-jemarilah yang bergoyang-goyang bertugas untuk mengirimkan informasi.
Yah melalui Inet.....
Inet atau Internet yang terhubung ke jaringan raksasa dunia membuat ilmu pendidikan seolah tanpa batas. Kondisi ini juga tercermin di Indonesia dengan dikeluarkannya BSE Depdiknas Indonesia. BSE, apa itu? Singkatan dari Buku Sekolah Elektronik. Sebenarnya buku ini sama seperti e-book atau electronic book, cuma bedanya berisi materi pendidikan sesuai kurikulum Indonesia yang berlaku dan bisa dibaca secara online gratis tanpa harus merogoh gocek untuk membacanya. Paling-paling cuma butuh gocek untuk bayar koneksi Internetnya.
Buku ini tersedia mulai dari tingkat dasar(SD,SDLB,MI,SDI), menengah(SMP/MTs/dan yang sederajat) hingga atas (SMA/MA dan yang sederajat) maupun menengah kejuruan (SMK/MAK). Kurikulum yang diberlakukan juga masih bisa dipakai. Meski ada beberapa bab yang sedikit berbeda dengan yang dipakai secara umum oleh sekolah.
Tapi, kendalapun muncul dari kondisi ini. Kendala ini berupa koneksi internet Indonesia yang masih lemah. Selain itu, diperparah dengan beratnya file yang harus ditampilkan. Karena BSE berbentuk e-book dan berformat Portable Document Format atau PDF yang notabene memang sangat besar ukuran filenya menyebabkan koneksi Internet menjadi semakin lambat. Ini akan menyebabkan biaya yang dikeluarkan menjadi lebih mahal bahkan untuk membaca satu jilid buku saja.
Namun alhamdulillah, kendala ini bisa sedikit teratasi. Karena selain dapat dibaca, e-book ini juga dapat langsung diunduh tanpa harus menampilkannya terlebih dahulu. Yah meski gak bisa mempercepat koneksi secara drastis, tapi minimal dengan mengunduhnya langsung, pembaca dapat membukanya kembali dengan menggunakan komputer atau PDF reader tanpa harus terhubung dengan koneksi internet.


Unduh Filenya BSE | Download Filenya BSE

Friday, April 25, 2008

Makan Gak Makan Ngumpul

Memang benar kata pepatah, kalau sama keluarga sendiri yang penting ngumpul. Jadi apapun yang tejadi yang penting bisa kumpul bareng. Layaknya sekarang keluargaku di Solo yang tidak lain adalah teman-temanku seperjuangan yang sama-sama PSG di SOLOPOS.
Itulah keluargaku di Solo saat ini. Entah mengapa saat dimana aku bisa berkumpul dengan teman-temanku adalah saat dimana paling membahagiakan bagi diriku. Mungkin disaat itulah aku merasakan betapa kegembiraan menyelimutiku dalam balutan suasana yang yah bisa dibilang agak menyusahkan. Jadi singkatnya disaat itulah aku merasakan manisnya kepahitan.
Alah bahasaku kok jadi rumit gini ya.....
Apa yang aku rasakan ini benar-benar jarang terjadi di Kota asalku Malang. Tapi bukan berarti aku tidak merasakan teman-temanku di Malang. Tapi mungkin ini lebih dikarenakan kondisi kami di Kota ini yang mendukung kami untuk saling melindungi secara mandiri jauh dari orang tua di rumah. Sedangkan kalau di Malang mungkin kondisi ini sama sekali gak akan tercipta, karena aku masih bergantung pada orangtuaku hampir sepenuhnya.
Di saat pertama aku mendengar bahwa aku jadi magang atau PSG di Solo mungkin tak banyak yang kupikirkan, karena kuanggap semuanya biasa saja. Gak ada yang aneh. Tapi setelah di sini aku baru merasakan kalau tanpa keluarga itu gak enak banget. Semua temanku di Malang menertawakanku saat aku bercerita seperti ini. Aku sempat sakit hati sih, tapi aku sadar bagi mereka yang belum pernah pisah sama orang tua, atau pisah tapi hanya berjarak 10-50 Km, apalagi yang masih "Anak Mama" akan melakukan hal yang sama. Bahkan aku juga berpikir kalau semisal aku magang di Malang, aku juga akan nglakuin hal yang sama.
Untuk kali ini, aku mempunyai sebuah target yang benar-benar harus kutunaikan dan kuraih. Ambisi dan emosiku yang menggebu-gebu semakin mendorongku untuk meraih target itu. Selain itu aku juga ingin berubah, bukan merubah diriku menjadi orang lain. Tapi lebih ke merubah diriku agar aku bisa beradaptasi di segala kondisi dan diterima banyak orang. Aku ingin membuktikan bahwa meski umurku lebih kecil dibanding sebagian besar teman-temanku, tapi aku ingin membuktikan bahwa aku bisa menjaga diriku, membawa diriku, dan menyusun sedikit perjalananku dengan lebih dewasa. Tak seperti dulu yang memang kebanyakan orang mengenal aku dengan segala kekanak-kanakanku. Tapi aku juga gak bisa mungkiri kalau sifatku yang satu ini sulit u/ dirubah. Entah knapa? Pa karena memang dulunya orangtuaku mengajariku seperti ini, atau karena apa aku gak tahu. Yang penting sekarang bagaimana aku bisa hidup bersama semua orang especially my parents dengan bahagia dunia akhirat. Aku tak peduli ayam berkokok, anjing menggonggong, kucing mengeong, macan mengaum, kafilah tetap berlalu.
Menurut mereka aku gak punya apa2, tapi menurutku aku memiliki semua yang aku butuhkan dalam hidupku. Buktinya aku masih hidup sampai sekarang.
Semua kata-kataku diatas tercipta dari beberapa pengalamanku yang sengaja aku torehkan disini untuk memberikan semangat bagi semua orang yang memiliki nasib hampir sama bagiku, atau kalau memang aku satu2nya orang bernasib sprt ini, aku ingin menyampaikan pada semua orang bahwa keluarga dan sahabat lebih mahal harganya dibanding intan, permata, berlian, bahkan zamrud sekalipun.
Oleh karena itu, aku bersyukur sekali karena dapat merasakan gak enaknya hidup. Karena dengan begini Semoga aku akan bisa merasakan enaknya hidup kelak.
Amin

Friday, April 18, 2008

IND sebagai pedownload 'FITNA' terbesar kedua

'Fitna', mungkin sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat dunia, khususnya kaum muslim yang memang merasa agak tersinggung dengan hadirnya film ini. Bahkan beberapa pemerintahan negara Islam dunia seperti Daerah negara-negara Timur Tengah dan juga Indonesia secara resmi telah menyatakan menentang Film durasi sekitar 17 menit buatan seorang anggota Parlemen Belanda Geert Wilders itu. Bahkan mantan PM Malaysia Mahatir Mohammad (maaf jika ada penulisan nama yang salah) menyerukan agar sekitar 1,5 milyar muslimin Dunia memboikot produk Belanda secara bersama-sama. Yang menjadikan saya agak heran, mengapa seorang Geert Wilders berani menentang banyak pemerintahan negara-negara Islam khususnya dan seluruh dunia pada umumnya. Termasuk juga pemerintahan negara Belanda yang juga tidak setuju dengan penerbitan Film ini. Tapi yang akan lebih mengherankan lagi jika anda membaca artikel yang sebenarnya sumbernya berasal dari detik.com, tapi saya menyadurnya dari blog lp3i makasar.
(http://lp3imakassar.blogspot.com/2008/04/orang-indonesia-getol-cari-film-fitna.html)
Artikel asli :
Film kontroversial ‘Fitna’, yang beredar di internet, ternyata laku di Indonesia. Setelah Belanda, pencari terbanyak ‘Fitna’ adalah dari Indonesia. Film besutan anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, memancing reaksi dari berbagai kalangan. Data dari Google Trends menunjukkan pencarian terbanyak film itu adalah dari negeri asalnya, Belanda. Nah, seperti dikutip detikINET dari data Google Trends, Selasa (1/4/2008), Indonesia ternyata menempati urutan kedua pencarian tersebut.
Hal ini tak lepas dari maraknya pemberitaan mengenai Fitna di media massa. Jika diperhatikan, secara global, lonjakan tertinggi tercapai pada 28 Maret 2008. Pada tanggal tersebut Google mencatatkan adanya siaran online (podcast) dari situs media NRC Handelsblad. Sedangkan untuk wilayah Indonesia, lonjakan tertinggi terjadi di 29 Maret 2008.
Jika dibandingkan berdasarkan wilayah spesifik, Jakarta berada di posisi ke-8 setelah wilayah-wilayah di Belanda. Di urutan atas adalah wilayah Helmond, Utrecht dan The Hague.

Dari sisi bahasa pencarian, Bahasa Indonesia menempati urutan kedua setelah Belanda. Berikutnya ada Bahasa Denmark (Danish), Jerman, Perancis dan kemudian Inggris di posisi buncit.
Sepuluh wilayah pencari film ‘Fitna’ terbanyak adalah:
1. Belanda
2. Indonesia
3. Denmark
4. Belgia
5. Jerman
6. Swedia
7. Perancis
8. Kanada
9. Amerika Serikat
10. Inggris Raya
Sumber: detik.com
--End--
Ini sedikit mengejutkan memang, tapi inilah nyatanya. Mungkin ini dikarenakan masyarakat Indonesia yang memang serba ingin-tahu terhadap berita terbaru. Wah dapat diartikan dari segi positifnya dan dari sudut pandang lain bahwa kalau banyak yang download, berarti orang Indonesia banyak yang bisa Internet donk. Jadi gak gaptek lagi. Yah semoga.....

Wednesday, March 19, 2008

Aku Hari Ini InsyaALLAH Pulang

Hore.....

Akhirnya Pulang juga. alhamdulillah si Bos stuju smuanya. Jadi bisa pulang yah kira-kira 1 minggu. Wih dah gag sabar pengen ktmw ma smw org d Malang. Ehm, kira-kira kabar Malang gmn yah. Tambah bersih, kotor, keren , jelek, bagus, ah tw ah.
Trus kabar sekolahku gmn ya. Wah pasti tambah bangunan baru. Dasar emang kepala sekolahnya suka membangun gedung drpd membangun kualitas murid dan guru.
Pulang ke Malang bawa oleh-oleh sih, tapi gag banyag. Cos Lagi kantong kering. Jadi kalo bli banyag-banyag bisa2 aku gag punya uang.
Pulangku k Malang dah ditunggu dengan rentetan2 janji yang harus kupenuhi. Yah janji ma guru, kluarga, tmn, ortu, musuh, etc. Wih sueneng biangedzZzZzZzZz.....
Wah pasti seru deh.....
Pengen.....

Ayolah waktu berjalanlah lebih cepat agar aku bisa segera merasakan betapa rindunya aku pada sluruh musuhku......

Friday, December 14, 2007

Wuah, Akhirnya PSG

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hurray, akhirnya tiba juga waktu yang kutunggu - tunggu. Yap, waktunya PSG/ PKL/ Prakerin/ Praktek Kerja Industri atau apalah orang menyebutnya, tapi yang jelas waktunya telah tiba. Dibilang senang sih senang, tapi dibilang sedih sih juga sedih, krn harus berpisah ma ortu n' sluruh tmn2 ku. Meski, InsyaALLAH gak selamanya, cuma 1 tahun.

InsyaALLAH aku PSG di kota Solo, di sebuah perusahaan surat kabar. Ini juga yang membuat aku kadang bertanya - tanya "Bisakah aku bertahan disana?" .

Semoga aja PSG ku ini jadi momen paling berharga, karena sudah banyak memeras otak dan pikiranku. Wuih capeknya ngurus nih PSG. Tapi mau gimana lagi, itu sudah ketentuan.

Ehm......

Sebenernya sih, aku pingin segera berangkat. Tapi gak tahu tuh, pihak sekolah kayaknya lamaaaaaaaaaa............. BGT. Mungkin sibuk kali ya. Tapi gak Apa - apalah yang penting orang sabar disayang tuhan.

Betah gak ya aku disana, semoga betah - betah aja. Menetap di kota orang lain yang cuma pernah kukunjungi sekali selama ini. Itupun waktu aku masih kecil bgt.

Ehm.....

Trusssss........

Bwt anak Kelas Multimedia 2, selamat PSG and smangat. Smoga betah selalu...........

Bwt yang dah baca posting ini, trim's n' doain aku ya!!!!!!!!!!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Friday, November 23, 2007

aDuH sKoLaH yAnG sUsAh tApI mEnyeNAnGkaN

ha....ha....ha SMK........!!!!!!


itu sambutan pertamaQ saat aQ dinasihati untuk masuk SMK. MenurutQ semua yg ada di SMK sangat norak.


Hm.......!!!1


Pandangan itu berubah saat aQ tau SMK Negeri 4 Malang, SMK 4 Malang ga' kalah heboh n' megahnya ma SMK/ SMU/ SMA/ MA/ & yg sederajat. Bahkan Mungkin bisa dibilang paling megah se-Malang <<itu MNURUTQ, ntah MNURUT org LAEN>> .


SMKN 4 Malang, siapa yang belum kenal sekolah ini. Bahkan sampai Istana Wakil Presiden pun tahu. Huhhhh.......bangganya aQ disini. S'bntar Lagi aQ insyaALLAH berangkat PSG. PSG di sekolah ini 1 tahun, yah aQ berharap betah.


yang membuatQ terkesan di SMKN 4 adalah kelas Multimedia 2 <<reguler terakhir>>. Apalagi anaknya Narcis2, rame, lucu2, cuTeH2 (ha.......262X).


Multimedia_2


--kembali ke SMKN 4


yah meskipun Sekolah ini dah sempurna, tapi masih ada juga kekurangan, baik dari pihak sekolah, guru dan karyawan, apalagi siswa. Mulai dari :



  1. Fasilitas dan perhatian sekolah yang masih kira2 bisa dibilang lumayan bagus.

  2. Guru terlambat hingga waktu terbuang sia2

  3. Sampai muridnya yang "Ndablek2"


Tapi itulah yang bikin semua org betah disini. Hidup disini harus bisa survive. kLo g survive yah kalah ma yang laen.


wis pokoke SMKN 4 Malang is de Bes




Tentang Penulis

.:: Just Be My Self ::.




Your Ad Here